Persib Tak Layak Disebut Sebagai Rival Persija, Bepe Berikan 2 Alasan. Nomor 2 Menyindir?
Isi HPK DiSini
Partai panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung akan digelar pada hari Sabtu, (30/06/2018) mendatang. Bagi pecinta sepak bola Indonesia, laga Persija vs Persib selalu disebut sebagai 'El Clasico' mengingat begitu panasnya rivalitas antara kedua tim.

Images: tribunnews.com
Namun hal tersebut ternyata tida disetujui oleh pemain veteran Persija, Bambang Pamungkas. Bagi Bepe, sapaan akrabnya, laga antara Persija melawan Persib tidak layak disebut sebagai El Clasico. Pemain berusia 38 tahun itu setidaknya membeberkan 2 alasan.
Alasan pertama adalah karena rekor penonton terbanyak di sepanjang sejarah Liga Indonesia tidak terjadi dalam laga Persija vs Persib, melaikan terjadi pada laga final Piala Perserikatan tahun 1985 antara Persib melawan PSMS Medan di stadion Gelora Bung Karno. Saat itu jumlah penonton yang tercatat sebanyak 150 ribu orang.
"Data di atas membuat saya memilih bersepakat dengan pendapat beberapa legenda, punggawa, serta pendukung Pangeran Biru yang mengatakan jika laga klasik itu ya Persib melawan PSMS, bukan Persija melawan Persib," jelas Bambang dikutip dari goal.com (25/06/2018).

Images: bola.rakyatku.com
Kemudian alasan kedua, Bepe menyebut bahwa Persija dan Persib tidak layak disebut sebagai rival. Berdasarkan fakta, Persija dan Persib telah bertemu sebanyak 38 kali, dengan 16 kemenangan di pihak Persija dan 6 kemenangan di pihak Persib, sedangkan sisanya berkesudahan imbang.
Dengan Persija yang 'unggul' jauh dari segi rekor pertemuan, maka Bepe menyebut bahwa antara Macan Kemayoran dan Maung Bandung tidak layan disebut rival karena salah satu tim yang lebih mendominasi.
"Bagaimana bisa disebut “Rival” jika salah satu tim mendominasi hasil di atas lapangan. 16 kemenangan berbanding enam kemenangan tentu tidak dapat dikatakan dekat," tutur Bepe.

Images: bolahok.com
Mantan kapten Timnas Indonesia itu pun menyebut bahwa laga Persija vs Persib lebih layak disebut sebagai pertandingan 'sarat gengsi' ketimbang El Clasico.
"Saya lebih setuju jika Persija Vs Persib diberi label laga “Sarat Gengsi”. Iya sarat gengsi dan ego dari mereka yang suka memelihara kebencian dalam hati mereka, dan mendapat keuntungan dari perseteruan yang terjadi di luar lapangan," kata Bepe.
Link Sumber

Images: tribunnews.com
Namun hal tersebut ternyata tida disetujui oleh pemain veteran Persija, Bambang Pamungkas. Bagi Bepe, sapaan akrabnya, laga antara Persija melawan Persib tidak layak disebut sebagai El Clasico. Pemain berusia 38 tahun itu setidaknya membeberkan 2 alasan.
Alasan pertama adalah karena rekor penonton terbanyak di sepanjang sejarah Liga Indonesia tidak terjadi dalam laga Persija vs Persib, melaikan terjadi pada laga final Piala Perserikatan tahun 1985 antara Persib melawan PSMS Medan di stadion Gelora Bung Karno. Saat itu jumlah penonton yang tercatat sebanyak 150 ribu orang.
"Data di atas membuat saya memilih bersepakat dengan pendapat beberapa legenda, punggawa, serta pendukung Pangeran Biru yang mengatakan jika laga klasik itu ya Persib melawan PSMS, bukan Persija melawan Persib," jelas Bambang dikutip dari goal.com (25/06/2018).

Images: bola.rakyatku.com
Kemudian alasan kedua, Bepe menyebut bahwa Persija dan Persib tidak layak disebut sebagai rival. Berdasarkan fakta, Persija dan Persib telah bertemu sebanyak 38 kali, dengan 16 kemenangan di pihak Persija dan 6 kemenangan di pihak Persib, sedangkan sisanya berkesudahan imbang.
Dengan Persija yang 'unggul' jauh dari segi rekor pertemuan, maka Bepe menyebut bahwa antara Macan Kemayoran dan Maung Bandung tidak layan disebut rival karena salah satu tim yang lebih mendominasi.
"Bagaimana bisa disebut “Rival” jika salah satu tim mendominasi hasil di atas lapangan. 16 kemenangan berbanding enam kemenangan tentu tidak dapat dikatakan dekat," tutur Bepe.

Images: bolahok.com
Mantan kapten Timnas Indonesia itu pun menyebut bahwa laga Persija vs Persib lebih layak disebut sebagai pertandingan 'sarat gengsi' ketimbang El Clasico.
"Saya lebih setuju jika Persija Vs Persib diberi label laga “Sarat Gengsi”. Iya sarat gengsi dan ego dari mereka yang suka memelihara kebencian dalam hati mereka, dan mendapat keuntungan dari perseteruan yang terjadi di luar lapangan," kata Bepe.
Link Sumber

0 Response to "Persib Tak Layak Disebut Sebagai Rival Persija, Bepe Berikan 2 Alasan. Nomor 2 Menyindir?"
Posting Komentar